Forkopindo Berbagi Ilmu (FBI-03)

Pada seri ini, FORKOPINDO kembali mengadakan series ke-3 FORKOPINDO BERBAGI ILMU bertajuk HIDROGEOLOGI UNTUK TAMBANG TERBUKA. Para mahasiswa Prodi Teknik Pertambangan se-Indonesia diajak memperdalam bidang yang seringkali di nomor dua-kan yaitu hidrogeologi. Hidrogeologi merupakan bidang yang sangat penting dan relevan terhadap materi webinar sebelumnya. Keterdapatan air dalam tanah dan batuan secara langusng dapat memperlemah kekuatan lereng. Bagaimana perilaku air ini dalam lereng dan permodelannya merupakan materi yang menarik dan penting untuk didalami sehingga pemahaman terhadap kekuatan batuan dapat lebih dipahami. Hal ini menjadi alasan mutama FORKOPINDO mengangkat topik ini dalam series ke-3 kali ini. 

Pada series ke-3 kali ini webinar dibuka oleh moderator Bapak Dr. Tedy Agung Cahyadi, S.T., M.T. (Staf pengajar di Prodi Teknik Pertambangan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta dan Juga sebagai Koordinator Bidang Penelitian FORKOPINDO). Sambutan kemudian diberikan oleh Bapak Dono Guntoro, S.T., M.T. (Staf Pengajar Prodi Teknik Pertambangan UNISBA dan juga Koordinator Bidang Kemahasiswaan BPP FORKOPINDO). Pak Dono menekankan perlu dan pentingnya pemahaman terhadap air tanah sebagai perekayasa tambang. Pemahaman ini harus disertai dengan dasar-dasar mengenai permodelan air tanah. Selain itu, Pak Dono juga memperkenalkan pembicara pada seri ketiga ini yaitu Bapak Dr. rer. nat Ir. Lilik Eko Widodo, MS. (Staf pengajar di Prodi Teknik Pertambangan ITB). 

Kegiatan webinar kali ini dibagi menjadi empat sesi, yaitu : perbedaan dan persamaan antara hidrogeologi tambang terbuka dan penyaliran tambang terbuka; aspek hidrogeologi tambang terbuka dalam perencanaan tambang terbuka; model hidrogeologi tambang terbuka (konsep); dewatering dan depressurisation pada tambang terbuka. 

Pada sesi pertama, Pak Lilik menjelaskan mengenai perbedaan antara hidrologi dan hidrogeologi. Dijelaskan bawah hidrogeologi merupakan materi yang lebih ke hulu, geological perspective, bagian dari Engineering Hidrology dan dijadikan rujukan dalam penyaliran tambang terbuka. Sementara pada sesi kedua, peran hidrogeologi dalam tambang terbuka khususnya perencanaan tambang dijelaskan secara mendalam. Penjelasan ini mencakup, aspek hidrogeologi dalam perencanaan tambang serta integrasinya dalam perencanaan tambang terbuka.

Pada sesi ketiga, Pak Lilik mulai masuk kedalam materi yang lebih spesifik. Model hidrogeologi mulai dijelaskan satu demi satu secara detil. Beberapa contoh kasus diberikan agar para audience mendapat gambaran bagaimana sebuah model yang paling tepat dibentuk berdasarkan survey dan data lapangan. Setelah secara spesifik dijelaskan berbagai model, pada sesi keempat, konsep dewatering dan depressurerisation pada tambang terbuka disampaikan sebagai bagian dari problem solving dalam bidang hidrogeologi. Contoh kasus lapangan ditampilkan dan dijelaskan solusi terkait kasus tersebut. 

Pada sesi tanya jawab, banyak pertanyaan diajukan berfokus pada studi kasus di lapangan. Antusiasme peserta terlihat besar pada topik model hidrogeologi tambang dan kaitannya terhadap kestabilan.

Pada akhirnya, Pak Tedy menekankan perlunya pemahaman terhadap air tanah dan korelasinya terhadap analisis geoteknik Hal ini memperkuat pemahaman terhadap webinar sebelumnya. Pada akkhirnya, pemahaman ini akan sangat berpengaruh pada kestabilan lereng dan kemanan para pekerja tambang.

Semoga kegiatan tersebut bermanfaat dan sampai ketemu di FORKOPINDO Berbagi Ilmu (FBI) Berikutnya.

Link Materi: https://bit.ly/2G7SXoe