FORKOPINDO Berbagi Ilmu (FBI) Ke-21: Membedah Strategi Eksplorasi Logam Tanah Jarang guna Mendukung Kemandirian Industri Nasional

Forum Komunikasi Program Studi Teknik Pertambangan Seluruh Indonesia (FORKOPINDO) kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pertambangan melalui penyelenggaraan webinar FORKOPINDO Berbagi Ilmu (FBI) ke-21. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini mengangkat tema strategis, yaitu "Eksplorasi dan Ekstraksi Mineral Tanah Jarang Indonesia di Tengah Dominasi dan Ketergantungan Global".
 
Perhelatan ini menjadi sangat istimewa karena merupakan agenda perdana yang dilaksanakan oleh jajaran kepengurusan baru FORKOPINDO untuk masa bakti tiga tahun ke depan. Dalam momentum tersebut, diumumkan bahwa pada Kongres II yang telah dilaksanakan, telah terpilih Dr. Ir. Edy Jamal Tuheteru, S.T., M.T. sebagai Ketua Umum dan Dr. Ir. Tedy Agung Cahyadi, S.T., M.T. sebagai Sekretaris Umum untuk periode 2025-2028.
 
Webinar yang dipandu oleh moderator Nurmaya Arofah ini menghadirkan pakar dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), I Gede Sukadana, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa Logam Tanah Jarang (LTJ) merupakan komoditas "harta karun" yang sangat vital bagi industri teknologi tinggi masa depan, termasuk kendaraan listrik, energi terbarukan, hingga industri pertahanan.
 
“Negara yang kuat adalah negara yang menguasai energi dan mineral strategisnya,” ungkap I Gede Sukadana saat memaparkan potensi LTJ di berbagai wilayah Indonesia, seperti di Mamuju, Sulawesi Barat, dan Bangka Belitung. Ia juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi ekstraksi agar Indonesia tidak hanya menjadi penonton atau importir produk jadi, melainkan mampu menjadi produsen mandiri di kancah global.
 
 
Kegiatan ilmiah ini mendapatkan respons yang luar biasa dari komunitas akademik pertambangan di seluruh Indonesia. Tercatat, acara ini dihadiri oleh lebih kurang 150 peserta yang terdiri dari jajaran pimpinan Program Studi Teknik Pertambangan, dosen, praktisi, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
 
Ketua Umum FORKOPINDO, Dr. Ir. Edy Jamal Tuheteru, S.T., M.T., dalam sambutannya menyatakan bahwa program FBI akan terus dilaksanakan secara rutin setiap bulan sebagai wadah kolaborasi dan sharing ilmu bagi para anggota. Ia berharap sinergi antara akademisi, peneliti seperti di BRIN, dan pemerintah dapat mempercepat hilirisasi mineral strategis di tanah air.
 
Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang membahas peluang karier serta tantangan riset LTJ di masa depan bagi generasi muda insinyur pertambangan Indonesia.