BANJARBARU – Di sela-sela perhelatan Temu Nasional Tahunan (TNT) XII FORKOPINDO 2026, Forum Komunikasi Program Studi Teknik Pertambangan Seluruh Indonesia secara khusus menggelar Workshop Mata Kuliah (WMK) X pada Senin, 7 September 2026, bertempat di Grand Qin Hotel, Banjarbaru. Sesi akademis tahunan yang berlangsung pada pukul 13.30 hingga 15.30 WITA ini difokuskan untuk merumuskan standardisasi pengajaran serta menyelaraskan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada mata kuliah inti Teknik Pertambangan.
Dipandu oleh moderator Aditya Budi Nugraha, S.T., M.T., sesi WMK X menghadirkan tiga akademisi dari tiga perguruan tinggi yang membedah aspek teknis, metodologi pengajaran, hingga penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS).
Sesi pertama, yang dimulai tepat pukul 13.30 WITA, diisi oleh Dr. Eng. Ir. Rini Novrianti Sutardjo Tui, S.T., M.B.A., M.T. dari Program Studi Sarjana Teknik Pertambangan Universitas Hasanuddin. Dalam pemaparannya mengenai mata kuliah Peralatan Tambang dan Penanganan Material, Rini menjelaskan struktur mata kuliah 2 SKS ini yang dirancang untuk mengukur Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) mahasiswa semester 4. Penyelarasan materi tidak hanya mencakup analisis teknis alat mekanis, tetapi juga mengintegrasikan aspek keandalan (reliability), perawatan (maintainability), serta keselamatan kerja (safety).
Selanjutnya, pada pukul 14.00 WITA, Riswan, S.T., M.T., dari Universitas Lambung Mangkurat menyampaikan pemaparan materi teknis untuk mata kuliah Pemindahan Tanah Mekanis (PTM). Riswan membedah konsep dasar perubahan volume dan densitas material, mulai dari kondisi asli (bank), lepas (loose), hingga padat (compact). Selain memaparkan kalkulasi waktu siklus (cycle time) dan produktivitas alat berat, Riswan juga menekankan pentingnya sinkronisasi antara alat gali-muat dan alat angkut (match factor) serta efisiensi kerja di front penambangan.
Dari aspek regulasi kurikulum, Bedy Fara Aga Matrani, S.T., M.T., dari Universitas Muhammadiyah Mataram, membedah implementasi kurikulum OBE pada mata kuliah PTM pada pukul 14.30 WITA. Bedy menggarisbawahi kewajiban penyelarasan kurikulum berdasarkan Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 dan Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025. Ia memaparkan tahapan pemetaan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) ke dalam CPMK dan Sub-CPMK, perancangan RPS, hingga rekapitulasi bobot penilaian secara transparan. Sesi workshop diakhiri dengan diskusi interaktif serta penyerahan cenderamata secara simbolis kepada para narasumber dan moderator.
Konsolidasi Organisasi dan Hasil Rapat Internal FORKOPINDO
Setelah rehat coffee break, agenda hari keempat dilanjutkan dengan Rapat Internal FORKOPINDO pada pukul 16.00 hingga 17.30 WITA. Rapat tertutup ini dipimpin oleh jajaran Badan Pengurus Pusat (BPP) dan dihadiri oleh seluruh perwakilan ketua program studi teknik pertambangan dari berbagai wilayah di Indonesia. Rapat internal tersebut menghasilkan beberapa poin keputusan dan rekomendasi strategis bagi arah organisasi ke depan, antara lain:
- Penguatan Jejaring & Akreditasi Prodi: Menyusun mekanisme pendampingan antarkampus dalam persiapan menghadapi kriteria instrumen akreditasi LAMTEK 2025 guna mendorong peningkatan pencapaian predikat "Unggul" secara kolektif.
- Pemantapan Program Kerja BPP 2025–2028: Menyinkronkan agenda kerja tiap bidang BPP, termasuk pelaksanaan sharing session publikasi jurnal, workshop keahlian, serta peningkatan keterlibatan jalur vokasi.
- Penetapan Tuan Rumah TNT XIII 2027: Sebagai salah satu hasil keputusan penting rapat internal, forum secara resmi menyepakati dan menetapkan Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, sebagai tuan rumah penyelenggaraan Temu Nasional Tahunan (TNT) XIII FORKOPINDO pada tahun 2027 mendatang guna memperkuat konsolidasi akademisi pertambangan di wilayah timur Indonesia.
- Evaluasi dan Implementasi Kurikulum OBE: Merumuskan langkah taktis untuk mengawal penerbitan SK Kurikulum Nasional FORKOPINDO agar seluruh prodi anggota memiliki standar acuan CPL dan bahan kajian mata kuliah inti yang seragam.

