BANJARBARU – Rangkaian perhelatan akbar Temu Nasional Tahunan (TNT) XII dan Workshop Mata Kuliah (WMK) X FORKOPINDO 2026 yang berlangsung sejak 4 September 2026 di Kalimantan Selatan resmi berakhir. Pada hari keenam, Rabu (9/9), ratusan perwakilan pimpinan program studi, dosen, dan akademisi teknik pertambangan dari 46 perguruan tinggi se-Indonesia secara bertahap mulai kembali ke daerah asal masing-masing.
Akomodasi dan Kepulangan Peserta Lintas Wilayah
Agenda hari terakhir diawali dengan sesi sarapan pagi dan sesi bebas dari pukul 06.00 hingga 11.00 WITA. Momen ini dimanfaatkan oleh para peserta untuk saling berpamitan, membangun jejaring komunikasi lanjutan, serta menyelesaikan proses penutupan administrasi akomodasi hotel.
Proses mobilisasi dan kepulangan peserta menuju kota masing-masing berlangsung sepanjang hari, mulai pukul 06.00 hingga 21.00 WITA. Panitia pelaksana memberikan pendampingan penuh guna memastikan kelancaran proses kepulangan seluruh rombongan hingga tiba di daerah tujuan masing-masing.
Capaian Strategis Perhelatan Enam Hari di Kalimantan Selatan
Kepulangan para akademisi pertambangan ini menandai tuntasnya seluruh rangkaian kegiatan selama enam hari yang sarat dengan penguatan kapasitas institusi. Selama perhelatan di Banjarbaru dan sekitarnya, FORKOPINDO 2026 berhasil menyepakati berbagai keputusan penting untuk masa depan pendidikan tinggi teknik pertambangan di Indonesia.
Di antara pencapaian utama tersebut meliputi:
- Sinergi Akademisi dan Industri: Pemaparan pandangan teknis dari Kementerian ESDM serta empat praktisi industri pertambangan nasional (PT Nusa Halmahera Minerals, PT Adaro Indonesia, PT Putra Perkasa Abadi, dan PT Borneo Indobara) terkait tantangan tambang bawah tanah, water management, dekarbonisasi fleet hibrida, hingga digitalisasi Command Center.
- Keputusan Organisasi: Penetapan Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, sebagai tuan rumah penyelenggaraan TNT XIII FORKOPINDO pada tahun 2027.
- Pembelajaran Lapangan dan Geowisata: Kunjungan teknis ke operasional PT Binuang Mitra Bersama Blok Dua (BMBBD) di Rantau, situs Tambang Intan Tradisional Cempaka, pusat kerajinan batu permata di Martapura, hingga Geopark Meratus.
- Penguatan Akreditasi dan Kurikulum OBE: Sosialisasi mendalam terkait kriteria instrumen akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri Program Studi Keteknikan (LAMTEK) 2025, serta penyelarasan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome-Based Education (OBE) untuk mata kuliah Pemindahan Tanah Mekanis dan Peralatan Tambang.
Apresiasi dan Komitmen Berkelanjutan
Jajaran pimpinan Badan Pengurus Pusat (BPP) FORKOPINDO periode 2025–2028 bersama panitia pelaksana menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Kementerian ESDM, seluruh jajaran sponsor industri, serta perguruan tinggi peserta yang telah mendukung penuh kelancaran perhelatan nasional ini.
Dengan berakhirnya agenda hari keenam ini, para peserta bertolak kembali ke perguruan tinggi masing-masing dengan membawa rekomendasi strategis, komitmen peningkatan mutu akademik, serta semangat kolaborasi untuk mencetak insinyur pertambangan Indonesia yang unggul, profesional, dan berdaya saing global.

